Perbuatan Banser telah melewati batas. Setelah terkenal karena sering membubakan pengajian para asatidz Banser kembali berulah, tanpa merasa ragu apalagi bersalah, sambil meneriakkan yel yel mereka membakar bendera tauhid, panji rasulullah yang mulia di hari Santri Nasional. Sungguh biadab.
Penyakit hati mereka ini dipertegas lagi oleh ketua umum banser yang bersikeras bahwa yang dibakar adalah bendera HTI bukan bendera tauhid. Hati mereka membatu telinga mereka tuli sekalipun MUI, para Asatidz, para ulama menyatakan bahwa yang mereka bakar adalah bendera tauhid.

Bendera Tauhid bukan Bendera HTI

Juru bicara HTI, Ismail Yusanto telah mengklarifikasi beberapa saat setelah video pembakaran tersebut beredar. Ia kemudian mempertegas bahwa HTI sama sekali tidak punya bendera, adapun bendera yang selama ini mereka bawa saat aksi adalah bendera Al-Liwa dan Ar-Raya yakni bendera nya umat islam yang tertera diatasnya syahadat Laa ilaha illallah Muhammadurrasulullah.   
 
Padahal Haditsnya sudah jelas, “Ibnu Abbas berkata, ‘Rayah Rasulullah SAW itu berwarna hitam dan Liwa nya berwarna putih’” (Hadits riwayat At-Tirmidzi). Hadits ini diriwayatkan oleh banyak kitab hadits. Semua berujung pada jalur sahabat Jabir dan Ibnu Abbas ra.
Hadits tersebut menyatakan secara langsung eksistensi dari Panji Rasulullah itu sendiri, sekaligus menyatakan bahwa pendapat orang yang mengatakan bendera tauhid adalah bendera HTI adalah pernyataan yang bodoh. [risalahpos.com]