Siwak merupakan sejenis kayu khusus yang digunakan untuk membersihkan gigi. Siwak telah digunakan sejak berabad-abad tahun lalu dan terbukti secara ilmiah berkhasiat untuk kesehatan mulut dan gigi. Pada abad modern sekarang masih banyak yang menggunakan siwak sebagai alat utama maupun alternatif sikat gigi biasa. Bagi seorang muslim siwak merupakan hal yang terkait khusus karena disebut-sebut dalam perkataan rasulullah SAW.

Cara Menggunakan Siwak

1.      Kunyah ujung kayu siwak hingga kulitnya mengelupas. Mulailah menggunakan kayu siwak yang baru dengan mengunyah/menggingit ujung kayu. Kemudian keluarkan dan buang kulit kayu.
2.      Kunyah bagian tengah bagian kayu yang kulitnya dibuang tadi. Tujuannya adalah membentuk bulu-bulu serat, seperti halnya sikat gigi pada umumnya. Kunyah hingga serat terasa lembut.
3.       Rendam ujung kayu siwak kedalam air. Pada umumnya siwak digunakan tanpa menggunakan pasta gigi ataupun alat0alat kesehatan modern pada umumnya. Anda bisa merendamkan ujung kayu siwak kedalam air mawar agar sedikit menambah bau wangi.
4.       Sekarang anda sudah bisa menggunakan kayu siwak. Ingat gunakan bagian ujung kayu yang dikunyah tadi untuk menyikat gigi, bukan bagian samping kayu seperti halnya sikat gigi pada umunya.
Rawatlah kayu siwak tadi dengan memotong bulu bulu siwak yang telah lama, menyimpannya ditempat yang kering serta tetap menjaga kebersihannya.

Bagaimana Cara Membuat kayu siwak sendiri?

Kayu siwak pada umunya berasal dari pohon siwak atau Salvadora Persica (juga disebut pohon “arak”). Akan tetapi masyarakat timur tengah juga biasa menggunakan batang pohon ‘akar pahit’ sebagai alternatifnya. Pohon zaitun, Pohon palem, Pohon kenari merupakan pohon yang batangnya biasa digunakan sebagai kayu siwak.
Carilah batang yang kecil tetapi kuat, potong kemudian cuci hingga bersih kemudian simpan ditempat yang kering. Berhati-hatilah terhadap pohon yang kemungkinan beracun atau diberi pestisida!