Dapatkan informasi terkait COVID-19

SMAN SUMSEL Bukti Nyata Pendidikan Berkualitas Bukanlah Utopia

Pendidikan adalah kunci dari keberhasilan untuk mencetak generasi terbaik
sman sumsel unggulan
gedung utama SMAN Sumsel (sumber : pinterest.com/marcommsmanss/)

Education is the most powerful weapon  which you can use to change the world”

Adagium terkenal dari seorang revolusioner antiapartheid yang juga menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 hingga 1999 ini tentunya datang bukan tanpa alasan. Orang-orang percaya bahwa pendidikan adalah kunci dari segala bentuk permasalahan mendasar yang terjadi dewasa ini semisal permasalahan terkait  kemanusiaan,  kesetaraan gender, atau bahkan jerat kemiskinan yang seringkali menjadi patokan kesejahteraan suatu negara.

Hal ini menyebabkan banyak negara berlomba-lomba memperbaiki kualitas pendidikan di negaranya. Perhatian terhadap kualitas pendidikan serta keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan keluar untuk menuju bangsa yang maju juga jelas terlihat di tanah air kita bahkan 20% dari keseluruhan APBN negara dialokasikan untuk pendidikan meskipun sebatas program wajib belajar selama 12 tahun yang dapat saja berbeda pada daerah-daerah tertentu.

Tidak tanggung-tanggung sebesar Rp 429,5 triliun di gelontorkan di tahun 2019 bahkan mencapai Rp 505,8 triliun untuk tahun 2020 spesial untuk pendidikan. Tidak hanya perihal pendanaan, pemerintah pun melakukan banyak perombakan seperti mengganti kurikulum pembelajaran yang saat ini telah menggunakan kurikulum 2013 dengan berbagai aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku yang dianggap penting untuk dimiliki oleh para siswa.

Namun, pada kenyataannya masih sering kita lihat pelajar yang tawuran, melakukan balapan liar, perundungan atau bullying, pemakaian narkoba dan masih banyak lagi. Seolah segala upaya yang dilakukan terasa percuma lantas apa yang salah? Apakah pendidikan yang baik dan unggul itu hanya utopia semata di bumi pertiwi ?

Jika menilik negara lain salah satunya Finlandia  yang memiliki kualitas pendidikan terbaik di dunia tentunya terasa sangat jomplang dengan realita yang ada pada pendidikan kita di Indonesia. Lalu muncullah statement bahwa kondisi Finlandia dan Indonesia berbeda sehingga  tak bisa kita memaksakan suatu sistem tanpa menyesuaikannya dengan latar belakang dan keadaan suatu bangsa.

Maka dari itu dalam kesempatan kali ini kita tidak akan jauh berkaca dengan negara lain melainkan dengan dengan diri sendiri. Ya, kali ini kita  akan melihat sistem dari  salah satu sekolah menengah atas yakni SMAN Sumatera Selatan  yang dianggap sebagai salah satu SMA terbaik di Sumatera selatan dan menjadi perwakilan sekolah berprestasi dari Sumatera Selatan karena prestasinya baik tingkat provinsi, nasional bahkan internasional yang tentunya berangkat dari latar belakang yang sama yakni ‘Indonesia’.

Adapun beberapa hal yang menjadikan SMAN Sumatera Selatan ( Sman Sumsel) sebagai SMA rujukan dengan sistem pendidikannya yang dianggap unggul diantaranya ialah sebagai berikut.

Guru adalah satuan pendidik bukan hanya pengajar

sumber : globalplanet.news

Guru merupakan pionir terpenting dalam suatu sistem pendidikan, hal inilah yang amat diperhatikan di SMAN Sumsel. Guru sebagai tenaga pengajar tidak hanya dilihat dari bagaimana kualitasnya di bidang mata pelajaran tertentu, melainkan juga dituntut untuk dapat membimbing para siswa dan memberikan rasa nyaman dalam proses pembelajaran.

Hal ini terlihat dari cara perekrutan para guru, dimana mereka harus melalui beberapa tahap seperti tes tertulis, micro teaching dan wawancara. Bahkan para siswa yang menjadi kelas uji coba micro teaching pun diberikan kesempatan untuk berpendapat, apakah calon pengajar tersebut mengajar dengan baik atau justru membuat siswa semakin bingung dan tidak nyaman yang kemudian akan menjadi dasar pertimbangan untuk tahap berikutnya.

SMAN Sumsel memiliki guru sebanyak 33 orang dan 28 staff adapun PNS sebanyak 9,09%, tersertifikasi 9,09% dan keseluruhannya merupakan guru terkualifikasi dan berasal dari universitas ternama di Indonesia. Para guru dituntut untuk dapat memotivasi para siswa baik dengan bentuk nasihat atau memberikan contoh nyata seperti senantiasa mengembangkan diri dan berprestasi sehingga para guru menjadi sosok yang dikagumi oleh siswa.

Guru berteman, menjadi orang tua dan mendidik disaat yang bersamaan. Guru Meninggalkan kelas bukanlah hal yang ditemukan di SMAN Sumsel, mereka benar-benar memanfaatkan waktu hingga pukul 5 sore sebelum kembali ke rumah dan para siswa menggunakan waktu tersebut dengan sebaik mungkin. Ada yang menanyakan terkait pelajaran, berdiskusi tekait penilitian atau perlombaan, dan ada yang meminta soal-soal tambahan untuk berlatih di pelajaran tertentu.

Sistem pembelajaran yang aktif dan kreatif

sumber : penasumatera.co.id

Belajar tentunya merupakan kewajiban para pelajar, namun di SMAN Sumsel para siswa menghabiskan waktu lebih banyak dibanding sekolah lain yakni sekitar 8-9 di kelas formal dan 3 jam untuk belajar malam / study night belum lagi di masa menjelang ujian maka para siswa akan kembali belajar hingga pukul 12 malam atau sebagian ada yang kembali belajar pada pukul 02 atau 03 pagi.

Anehnya, hal tersebut tidak menimbulkan bosan bahkan tetap dapat dilakukan secara konsisten selama tiga tahun mereka di sekolah. Hal ini dikarenakan cara pembelajaran yang dilakukan tidak hanya secara formal di kelas dimana siswa mendengar dan guru menjelaskan. Seringkali guru memberikan pembelajaran dalam bentuk games, belajar di luar kelas seperti di taman atau  di area sekolah lainnya, setiap semester akan ada study tour baik ke museum pabrik tertentu atau Bursa saham.

Di lain sisi untuk mata pelajaran seperti art atau tari akan memiliki project besar di akhir semester seperti membuka pameran di art gallery atau menarikan tarian tertentu di tengah lapangan sekolah sehingga dapat dilihat keseluruhan siswa lainnya, atau pertunjukan teater yang digelar untuk pelajaran bahasa Indonesia. Para siswa dilatih dan dibiasakan untuk mengerjakan suatu project sehingga pembelajaran lebih mudah dipahami. Hal ini sudah dijalankan sejak awal Sman Sumsel didirikan.

Penanaman nilai kepemimpinan yang berintegritas dan berakhlak mulia

sumber : globalplanet.news

Jika ada yang harus dijunjung tinggi di SMAN Sumsel maka itu pastilah jiwa kepemimpinan, integritas dan akhlak mulia. Kepemimpinan adalah hal wajib di SMAN Sumsel setiap siswa siswi akan mengikuti kegiatan leadership camp dan Solo camp yakni pelatihan kepemimpinan yang langsung dipimpin oleh para TNI AU, mereka diajarkan caranya bekerja sama, bertahan di alam, dan menanamkan loyalitas terhadap bangsa.

Bahkan di SMAN Sumsel setiap anak diwajibkan untuk pernah menjadi pemimpin paling tidak sekali selama ia bersekolah, bahkan walaupun itu hanya sebagai ketua kelas yang juga memiliki tanggung jawab besar atas teman-teman sekelasnya. Adapun integritas menjadi kebanggaan bagi SMAN Sumsel mencontek bukanlah bagian dari para siswanya mereka akan lebih baik mendapatkan nilai kecil dan bekerja keras untuk memperbaikinya kemudian dibanding mencontek saat ujian.

Konsekuensi yang sekolah berikan bagi siswa yang mencontek juga bukan hal sederhana yakni mengeluarkan siswa yang berani mencontek. Namun, sejauh ini para siswa selalu memegang teguh integritas bahkan saat try out bersama yang diperuntukkan untuk seluruh siswa SMA se Sumatera selatan para siswa SMAN Sumsel tak bergeming meskipun banyak siswa lainnya yang mencontek ataupun saling bertanya karena integritas adalah harga diri mereka.

Prestasi adalah tanggung jawab bersama

prestasi siswa SMAN Sumsel (sumber : globalplanet.news)

Rahasia kecil yang menjadi alasan sman Sumsel menjadi sekolah berprestasi dan merupakan salah satu pemegang nilai rata-rata UN tertinggi di Indonesia yang terjamin tanpa kecurangan adalah karena setiap komponen baik guru, murid bahkan para staff menyadari bahwa prestasi sekolah adalah tanggung jawab bersama.

Tidak hanya guru yang rela mengorbankan waktu lebih demi mengajar para siswa, ataupun staff yang memberikan semangat dan mengupayakan kemudahan untuk akses para siswa dalam belajar, namun yang terpenting adalah para siswa memiliki kesadaran bahwa mereka semua bertanggung jawab satu sama lain.

Setiap murid yang lebih memahami suatu pelajaran tertentu merasa bertanggung jawab terhadap temannya yang belum paham. Hampir setiap malam akan ditemukan kelas tutor yang ditutori oleh siswa-siswa tertentu, para siswa belajar bersama dan membentuk kelompok-kelompok belajar atas insiatif masing-masing.

Mereka tidak malu bertanya dan merasa senang untuk mengajari yang lain. Bahkan selalu ada agenda rutin bersama para alumni yang sudah tersebar di berbagai universitas atau yang sudah bekerja, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab bagi para alumni untuk memotivasi dan memberi contoh nyata kehidupan kampus atau dunia kerja. Singkatnya alumni berperan sebagai kakak dan sepenuhnya membimbing adik-adik mereka di Sman Sumsel.

Bela Renata
Penikmat buku dan pencinta seni