Home / Movie

Minggu, 23 Februari 2020 - 08:18 WIB

Review Violet Evergarden Movie : Eternity and the Auto Memory Doll

admin - Petamilenial.com

Film layar lebar dari serial anime Violet Evergargen adalah tontonan bioskop yang sangat saya tunggu-tunggu di tahun 2020 ini. Walaupun Anime Movie yang akan tayang di bioskop tahun 2020 ini bukan hanya Violet, tetapi juga sederet anime terkenal seperti Kimetsu no Yaiba dan Made in Abyss. Dengan judul lengkap Violet Evergarden : Eternity and the Auto Memory Doll, movie ini tayang di CGV Indonesia pada akhir bulan Januari.


Ada dua alasan kenapa saya excited untuk menonton Movie ini. Pertama, tentu saja karena saya sudah ‘terlanjur’ menonton serial animenya yang berjumlah 12 episode. anime dengan alur dan muatan cerita yang lumayan unik serta grafik yang mantap membuat episode yang berjumlah 12 episode itu terasa kurang. Mungkin lebih cocok Violet Evergarden digarap sebagai genre Slice of Life seperti anime Sket Dance yang punya episode lumayan banyak. Walaupun tidak semua manga Sket Dance di anime-kan.

Yang kedua, adalah Insiden kebebakaran studio Kyoto Animation (kyoani). Kyoto Animation telah menggarap anime-anime top seperti Clannad, Chunibyo, Tamako Love Story, Kyokai no Kanata dan sederet anime keren lainnya. Jika kamu telah menonnton salah dua dari anime tersebut pasti kamu akan tau persamaan dari anime-anime tersebut, yaitu grafiknya yang khas. Nah karena tahun 2019 lalu KyoAni mengalami musibah kebakaran, banyak yang penasaran tentang kelanjutan studio ini. Secara anime garapan studio ini memiliki penggemar tersendiri.

Baca juga  Review Frozen 2 : Ekspektasi Yang Terjawab!

Violet Evergarden Eternity and the Auto Memory Doll adalah anime sekaligus movie pertama yang tayang atau on airing setelah insiden kebakaran tersebut. Saya pribadi penasaran apakah musibah tersebut mempengaruhi produksi studio mereka? Ternyata tidak sama sekali, bahkan bisa dibilang Violet Evergarden movie ini lebih baik daripada serial animenya dari segi grafik.

Seperti halnya serial anime, Movie ini dimulai dengan pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Violet sebagai Boneka Kenangan Otomatis (sederhananya : Juru ketik). Di movie ini Violet ditugaskan untuk menjadi tutor pribadi seorang anak bangsawan yang tinggal di sekolah khusus perempuan. Sejak awal (dan lagi-lagi sama seperti di serial anime) konflik sudah dimulai, dengan segala masalah yang dimiliki oleh anak bangsawan yang bernama Isabella York, secara tidak langsung Violet sudah ‘ditolak’ karena Isabella tidak menyukai Violet.

Violet menjadi tutor yang mengajarkan etika-etika bangsawan kepada York, sedangkan York sendiri sangat awam dengan itu. Karena itulah ia tidak menyukai Violet yang dianggapnya lebih tinggi karena dikagumi oleh banyak orang sedangkan dirinya tidak bisa melakukan apa-apa. Lambat laun terungkap, bahwa Isabella York bukanlah anak bangsawan atau putri York yang sebenarnya, ia tidak lain adalah anak yang diadopsi dan mempunyai nama asli Amy Barlet. Ia sejak awal adalah seorang yatim piatu di tempat yang tertinggal dan hidup miskin.

Setelah mengetahui fakta tersebut, Lambat laun Amy (Isabella York) mulai terbuka dan lebih dekat dengan Violet. Karena kesamaan nasib membuat Amy sedikit lebih terbuka dan mulai peduli terhadap sekitarnya. jujur saja jika sebagian orang menganggap cerita seperti ini membosankan, menurut saya 2 jam film ini tidak akan cukup memuaskan perasaan saya. Cerita yang memuat runtutan problem solving ditambah dengan grafik KyoAni yang khas membuat anime ini memiliki tempat tersendiri di hati penggemar.

Baca juga  Review 1917 Movie : Waktu adalah Musuh

Violet Evergarden adalah seorang Boneka Kenangan Otomatis yang sehari-harinya membuat surat yang mengubungkan perasaan orang lain. Dulunya ia juga adalah boneka, tetapi boneka perang. Mengingat ia mempunyai Seiyuu yang sama dengan karakter Mikasa di Attack on Titan, karakternya pun sebenarnya bisa dibilang sama. Violet Evergarden dan Mikasa Ackerman adalah senjata perang yang unstoppable. Dengan masa lalu yang kelam serta ditinggal oleh orang yang dicintai, violet berusaha untuk lebih dekat dengan kehidupan. Perjalanan panjangnya untuk membaur dengan kehidupan normal setelah dibebas tugaskan sebagai tentara penuh kisah yang mengguncang perasaan.

Jika mau jujur, kerangka cerita movie ini sama dengan serial animenya. Namun itu tidak otomatis membuat movie ini membosankan. Selain menjadi penawar rindu, kita juga akan dibuat penasaran bagaimana Violet Evergarden sebagai Boneka Kenangan Otomatis menyelesaikan masalah sosial yang ada didepannya. Selain itu yang terpenting, movie ini menjadi obat rindu tersendiri bagi penggemar KyoAni Studio, yang dengan menikamti movie ini, kita tau jika Studio Kyoto Animation sudah baik-baik saja.

Share :

Baca Juga

Movie

Review 1917 Movie : Waktu adalah Musuh

Movie

Review Frozen 2 : Ekspektasi Yang Terjawab!