Dapatkan informasi terkait COVID-19

Review Kimetsu no Yaiba Chapter 204 : Seperti Apa Dunia Tanpa Iblis?

Suasana bahagia bercampur sedih bakda pertempuran
review kimetsu no yaiba chapter 204

Kimetsu no Yaiba telah masuk ke babak terakhir sebelum manga ini benar-benar tamat. sesuai dengan pengumuman di laman twitter Majalah Weekly Shonen Jump, Chapter 204 akan rilis secara resmi di tanggal 10 Mei pukul 23:00 di Mangaplus. Di chapter 204 akan digambarkan bagaimana suasana dunia setelah pertempuran habis-habisan melawan Muzan.

Chapter sebelumnya yakni 203 yang berjudul Voice of Encouragement atau Suara dari Dorongan masih mengisahkan Tanjiro yang berusaha lepas dari pengaruh Muzan. teman-temannya berusaha untuk mengembalikannya ke kondisi manusia, namun tidak mungkin semua itu tanpa pengorbanan.

Peringatan bagi kalian yang tidak mengikuti versi manganya untuk mempertimbangkan membaca artikel ini, karena artikel ini 100% spoiler!

Mari kita ulas beberapa point yang akan dimuat dalam Chapter 204 ini!

Nezuko sempurna Kembali menjadi manusia

Sebenarnya di chapter sebelumnya Ketika pertempuran awal melawan muzan di atas permukaan tanah, obat yang dibuat oleh Shinobu dan Tamayo telah bereaksi terhadap Nezuko. Walaupun prosesnya bisa dibilang lambat, namun Nezuko berhasil Kembali menjadi manusia  Ketika sampai di tempat pertempuran.

Nahasnya saat itu bukan reuni indah yang ia jumpai, bukan pula pertemuan yang mengharukan. Ia melihat kakak yang selama ini melindunginya, telah merubah menjadi Iblis. Di chapter i204 diperlihatkan Nezuko yang Bahagia karena telah berkumpul dengan kakak dan teman-temannya dalam wujud manusianya.

Dunia telah bebas dari ancaman Iblis, namun banyak yang harus di korbankan  

poster yang dibagikan di twitter shonen jump memperlihatkan karakter yang gugur dalam pertepuran melawan muzan

Sudah menjadi rahasia umum dikalangan wibu, Gotouge-san telah berhasil membuat karakter-karakter yang dicintai oleh pembaca. Karakter seperti Shinobu Kochou dan Muichirou Tokito, termasuk para pilar yang lain adalah karakter kesayangan para penggemar. Namun dalam pertempuran ini, banyak dari mereka yang gugur.

Kehadiran Shinobu Kochou di episode 20 di season 1 semakin membuat penggemar jatuh cinta dengan karakter yang satu ini. saat terdengar spoiler bahwa Shinobu tewas dalam suatu pertempuran dengan Iblis rembulan atas, banyak yang kaget dan penasaran, dan akhirnya memutuskan untuk membaca manga. Apakah kamu termasuk yang seperti itu?

Latar belakang atau masa lalu para pilar yang tragis juga membuat banyak penggemar jatuh hati. Namun dalam pertempuran melawan Iblis, tidak ada pilihan bagi pilar untuk mundur ke belakang. Pilihan mereka hanya membunuh iblis atau mati dengan bangga sebagai manusia.

Selain itu bukan hanya Pilar yang gugur dalam pertempuran ini, karakter kunci seperti Tamayo dan Genya juga harus berkorban dengan tragis untuk mengalahkan Muzan dan Iblis rembulan atas. Sampai pertempuran selesai, 6 Pilar telah gugur, yakni Pilar serangga Kochou Shinobu, Pilar batu Gyomei Himejima, Pilar Api Kyojuro Rengoku, Pilar Kabut Muichirou Tokito, Pilar Ular Obanai Iguro, Pilar Cinta Mitsuri Kanroji dan 2 karakter kunci seperti Tamayo-san dan Genya.

Kesedihan Yushiro

Yushiro dan tamayo adalah iblis yang tidak memakan manusia, setelah kematian Tamayo, Yushiro harus sendiri karena hanya ia iblis yang tersisa

Yushiro adalah satu-satunya iblis yang bukan berasal dari darah muzan. Tamayo lah satu-satunya  selain muzan yang berhasil membuat iblis dan membuat Yushiro menjadi Iblis kedua yang tidak berada dibawah pengaruh Muzan. awalnya Yushiro adalah manusia, karena penyakitnya yang hamper membuatnya mati, Tamayo sebagai dokter dan ahli medis memutuskan untuk menjadikannya Iblis. Mereka berdua adalah Iblis yang mempunyai tujuan untuk membunuh Muzan.

Kehadiran mereka berdua mempunyai arti penting dalam pertempuran manusia melawan iblis. Tanpa obat yang dimiliki Yushiro, Zenitsu mungkin telah mati akibat pertempurannya dengan Rembulan nomor 6. Tanpa Tamayo obat untuk mengembalikan Nezuko menjadi manusia mungkin tidak akan berhasil.

Namun Tamayo harus mati demi menghentikan Muzan. hingga pertempuran selesai, hanya Yushiro satu-satunya iblis yang hidup. Ditengah dunia yang damai tanpa adanya Iblis, disaat manusia Bahagia karena menang dari muzan, Yushiro sebagai satu-satunya Iblis yang tersisa setelah kematian Tamayo-san, harus kemana?

Pasukan Pemburu Iblis resmi dibubarkan

Giyu dan Sanemi telah banyak berubah setelah pertempuran terakhir

Organisasi pemburu iblis dibentuk oleh Klan Ubuyashiki. Pemimpin pasukan ini adalah ketua klan Ubuyashiki dan diteruskan secara turun temurun. Dengan dikalahkannya Muzan, organisasi telah mencapai tujuannya sehingga harus dibubarkan.

Dihadapan Giyu dan Sanemi, Kiriya sebagai pemimpin klan ubuyashiki yang baru mengucapkan terimakasih karena selama ini bersedia untuk bertarung demi keselamatan orang lain. Sekaligus mengumumkan mulai hari tersebut, organisasi pemburu iblis akan dibubarkan.

Giyu dan Sanemi terlihat sangat berbeda. Sanemi adalah pilar dengan watak yang keras dan bar-bar, sedangkan Giyu adalah pilar yang pendiam, sombong dan tidak acuh. Dalam chapter ini Giyu dan Sanemi menunjukkan perubahan sikap yang drastis. Sanemi dan Giyu  menjadi orang yang lebih peduli dan murah senyum. Jika diperhatikan lebih detail, Giyu juga telah memotong rambutnya lebih pendek.

Banyak yang harus sendiri setelah pertempuran berakhir, kaburamaru yang selama ini menemani Obanai, harus sendiri setelah meninggalnya pilar ular tersebut, ia akhirnya dipelihara oleh Kanae karena Sanemi beranggapan Kanae akan membutuhkan Kaburamaru setelah ia mengorbankan mata terakhirnya untuk menyelamatkan Tanjiro dari pengaruh Muzan.

Setelah semuanya berakhir, Tanjiro, Inosuke, Zenitsu dan Nezuko memutuskan untuk Kembali ke rumah mereka di pegunungan. Organisasi pemburu iblis sudah dibubarkan. Kisah terakhirnya akan dimuat Chapter 205 yang rilis di tanggal 17 nanti.

Salam hangat!
Petamilenial.com

admin
pemalas dan buruk dalam pertemanan, menjadi penulis adalah mimpi sehari-hari