Home / Movie

Jumat, 29 November 2019 - 07:48 WIB

Review Frozen 2 : Ekspektasi Yang Terjawab!

admin - Petamilenial.com

Setelah menunggu 6 tahun lamanya, akhirnya lanjutan dari Frozen yakni Frozen II dirilis tahun ini tepatnya bulan November. Setidaknya dari rilisnya movie yang kedua ini memberikan kebahagian tersendiri bagi penulis, karena Frozen yang pertama rilis tahun 2013 memberikan kepuasan tersendiri bagi penontonnya. Hal ini terbukti dari perolehan film pertama yang mendapatkan peringkat ke-14 sebagai film dengan peroleh tertinggi sepanjang zaman.

Animasinya yang begitu epik dan memanjakan mata tak berubah sejak rilisnya film pertama. Frozen II seakan membuka kenangan akan filmnya yang pertama saat scene pertama memperlihatkan karakter-karakternya. hal yang pertama kali disuguhkan saat menit-menit pertama film adalah sosok Elsa dan Anna kecil yang sedang bermain. Di awal film terlihat cerita lebih condong mengambil alur mundur menceritakan peristiwa yang tidak dimuat dalam Frozen pertama.

Dari alur mundur cerita di scene awal film, setidaknya ingin menyampaikan kepada penonton mengenai inti permasalahan cerita (konflik) dalam movie ini. Penulis sebenarnya sudah bisa menebak arah konflik cerita ketika melihat alur mundur ini. Walaupun konflik yang dapat ditebak ini masih ‘mengawang’ dan abstrak. Menjadi keseruan tersendiri saat melihat ada beberapa tebakan dan ekspektasi dari penulis ‘tidak tepat sasaran’ saat film sudah memasuki klimaks. Yah walaupun terkesan film yang disajikan untuk anak-anak, Frozen II terbilang sulit untuk ditebak alur ceritanya. penulis juga mengingat beberapa quotes dari karakter-karakternya

Be prepared. Just when you think you found your way, life will throw you onto a new path

Mattias (pengawal Raja)

Ketika kita tidak bisa melihat masa depan, maka satu-satunya yang dapat kita lakukan adalah melakukan yang kita anggap benar

Pabbie (ketua serikat troll)

sebenarnya tujuan penulis untuk menonton Frozen II ini selain karena ‘sudah terlanjur’ menonton film yang pertama dan ‘kebetulan’ suka, ada beberapa hal yang penulis ingin buktikan sendiri. Karena sebelum film yang kedua ini rilis, beredar petisi #GiveElsaGirlFriend yang meminta agar pihak penggarap movie ini memberikan elsa kekasih perempuan.

Baca juga  Review Violet Evergarden Movie : Eternity and the Auto Memory Doll

What? Seriously? Penulis kaget melihat adanya petisi itu, yah wajar saja karena Elsa sendiri itu perempuan, jika ia mempunyai kekasih perempuan artinya Lesbian dong?

Pikiran penulis mengawang, jika Disney selaku penggrap dari film ini memenuhi perimintaan dari petisi tersebut maka banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan. Mulai dari pembatasan usia penonton, ya kali kan anak seusia balita akan dilihatkan adegan yang bagi ia sangat tabu dilingkungannya sendiri. Belum lagi pasti akan terjadi penolakan-penolakan yang dilakukan penggemar, karena Frozen adalah film yang ditonton semua warga dunia sedangkan nilai lesbian tidak dianut bahkan ditolak oleh banyak orang terutama di Asia.

Baca juga  Review 1917 Movie : Waktu adalah Musuh

Maka satu-satunya jalan bagi penulis adalah membuktikannya sendiri, saat tanggal rilis beli satu tiket (karena nonton sendiri), duduk manis di bioskop hingga film selesai dan …. Tidak ada secene #GiveElsaGirlFriend !

Penulis sempat berpikir bakal ada tokoh perempuan atau laki-laki yang akan menjadi pasangan Elsa, karena sejak awal cerita, secene memperlihatkan suara yang hanya bisa didengar elsa dan terus memanggilnya. Penasaran dengan suara ini, Elsa pergi dari Arendelle untuk memenuhi rasa penasarannya disamping untuk mencari kebenaran akan cerita orang tuanya tentang 4 elemen roh, suku yang menjadi sekutu Arendelle dan awal mula kenapa Elsa bisa memiliki sihir, dan konflik cerita pun memasuki babak awal.

Frozen II beberapa hari setelah tanggal rilisnya yang pertama kali sudah menempati posisi nomor 4 sebagai film populer tahun 2019. Hal ini tidak ada bedanya dengan film yang pertama dari segi kepopulerannya. Tak ayal karena Frozen adalah film semua usia, muatan cerita tidak memperlihatkan adegan dewasa yang menggelikan, dan visual animasinya tidak seperti disajikan untuk tontotan anak-anak. Bagi penulis pihak Disney sudah tepat untuk tidak memasukkan nilai lesbian dalam movie ini.

Frozen II menjadi pilihan yang baik jika ingin menghabiskan waktu weekend anda Bersama keluarga dengan santai. Akan tetapi jangan lupa untuk selalu membersamai anak-anak dan mengajarkan nilai yang baik untuk mereka 😊

Share :

Baca Juga

Movie

Review Violet Evergarden Movie : Eternity and the Auto Memory Doll

Movie

Review 1917 Movie : Waktu adalah Musuh