Dapatkan informasi terkait COVID-19

Resep Menghafal Al-Qur’an sebanyak 30 Juz selama 30 Hari By Uztadz Adi Hidayat

Menghafal Al Qur’an merupakan salah satu bentuk amal yang dilakukan seorang muslim terhadap kitab suci ini. Setidaknya ada 4 bentuk amalan yang bisa kita lakukan terhadap Qur’an. Yang pertama adalah membacanya, kemudian menghafalnya, mentadabburi atau memahaminya dan yang terakhir adalah mengamalkannya dengan segenap usaha kita. Menghafal Al Qur’an adalah bentuk amalan seorang muslim terhadap Al Qur’an yang kedua. 4 amalan ini harus dilakukan tatkala seseorang ingin menggali hikmah yg hakiki dari Qur’an. Karena Al Qur’an adalah kitab yang berisi tentang sistem kehidupan, untuk menggali hikmahnya pun harus melalui proses yang terstruktur dan sistematis.

Berkenaan dengan menghafal Qur’an. Al Uztadz Adi Hidayat dalam salah satu kajian yang diselenggarakan di Palembang pernah membagikan resep atau tips menghafal Qur’an dengan kurun waktu yang terbilang sangat cepat, selama 30 hari. Dalam kesempatan tersebut Uztadz Adi tidak hanya memberi resep tetapi juga memperagakannya lewat santri didiknya yang telah berhasil menghafal Qur’an melalui cara tersebut.

cara ini bisa terbilang praktis tetapi sulit dilakukan bila tidak ada tekad yang kuat dari orang yang ingin menghafal. Karena Al Qur’an bukanlah buku biasa yang bisa dihafal sembarangan, karena itu metode, adab bahkan niatnya harus diperhatikan. Berikut tips yang diberikan oleh Uztadz Adi yang petamilenial rangkum:

1. Lancarkan bacaan Al Qur’an

Menghafal Al Qur’an adalah hal yang mustahil dilakukan jika membacanya saja tidak lancar. Disisi lain menghafal Qur’an juga kehilangan urgensinya jika bacaan kita masih belum lancar. Hal ini dikarenakan amalan yang paling awal untuk dilakukan terhadap Qur’an  adalah membacanya untuk melancarkan bacaan sehingga mudah untuk dihafal serta dipahami.

Dalilnya adalah Surat Al Qiyamah ayat 16 “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al Quran karena hendak cepat-cepat menguasainya”

Jika bacaan sudah lancar maka lanjutkan untuk tips yang berisi prakteknya.

2. Sisihkan Waktu

Setiap dari kita memiliki waktu yang sama dalam 1 hati yakni 24 jam. Sisihkan waktu dari 24 jam tersebut sebanyak 10 jam untuk menghafal. Singkatnya dalam satu hari kosongkan 10 jam anda untuk Al Qur’an.

3. Petakan Hafalan

Dalam Al Qur’an terdapat 30 juz, dalam setiap juz terdapat 10 lembar (atau 20 halaman) dan setiap halaman terdapat 15 baris ayat.

Ada beberapa Al Qur’an yang berbeda jumlah lembar dan baris ayatnya. Biasa ditemui di Al Quran terbitan Indonesia yang lawas atau sudah lama. karena itu saya sarankan untuk memakai Al Qur’an yang memakai rasm ustmani.

4. Hafalkan

karena itu setiap hari, waktu 10 jam yang disisihkan tersebut, gunakan untuk menghafal 10 lembar atau 20 halaman. dengan kata lain setiap satu jam nya anda menghafal 1 lembar atau 2 halaman. Sehingga 1 hari anda sudah menghafal 1 Juz

Praktis dan mudah sekali bukan?

Selain itu ada nasihat penting bagi orang-orang yang bertekad menghafal Al Qur’an dari Uztadz Adi :

“Jika anda menghafal qur’an hanya untuk menjadi Hafidz, maka tidak usah bersusah payah, tidak perlu repot-repot menghafal quran, tinggal ganti nama saja. motivasi tertinggi untuk menghafal quran yakni upaya kita menjadi ahli Qur’an, yang semata-mata kita lakukan lillah demi meraih ridho Allah ta’ala”

Adi Hidayat, Lc., MA.

Demikianlah, disela-sela kehidupan zaman modern sekarang, beringan juga dengan munculnya kesadaran kaum muslimin tentang agamanya. Hal ini bisa terlihat dari geliat umat islam terhadap isu agama. respon aktif mereka terhadap kajian-kajian islam, termasuk respon terhadap isu buruk yang selalu ditujukan terhadap agama menandakan bahwa kesadaran untuk lebih mengenal Islam sudah menjadi kesadaran umum ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Yang paling kontras terlihat yakni menjamurnya program-program menghafal Qur’an yang ditandai dengan berdirinya banyak rumah tahfidz.

Kegiatan menghafal Al Qur’an ini bukanlah satu-satunya tujuan seorang yang ingin menjadi Ahli Qur’an. Tetapi hanyalah alat, sebuah alat yang digunakan untuk mencapai tujuan lain, yakni kemudahan dalam mentadabburi atau memahami serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu semuanya ini bermuara pada suatu tujuan yang tinggi nan mulia, yakni keridhoan Allah ta’ala atas hidup kita yang singkat ini.

admin
pemalas dan buruk dalam pertemanan, menjadi penulis adalah mimpi sehari-hari