Assalamualaikum para pembaca, kami ingin menjawab pertanyaan yang disampaikan salah satu pembaca kepada kami. Salah satu pertanyaan tersebut yakni “Apakah Bani Israel yang disebut dalam Al-Quran sama dengan negara Israel sekarang? Apakah Yahudi itu sebuah agama? dan jika benar apakah Yahudi itu agamanya Bani Israel?”. Demikian pesan yang masuk kepada kami. Bismillah kami akan menjawab sesuai kapasitas kami.

Apakah Yahudi sebuah agama?

Kata Yahudi dalam Al-Qur’an senantiasa Allah SWT kaitkan dengan kata Nashrani. Contoh ayat yang demikian yakni surat Al-Baqarah ayat 113 :

Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab…. [Al-Baqarah:113]

Penyandingan kata Yahudi dan Nashrani dalam banyak ayat di Al-quran menunjukkan kesamaan makna kata, yakni sama-sama merupakan agama yang berdasarkan wahyu dari Allah atau lebih dikenal sebagai agama samawi (agama dari langit).
Disisi lain, Yahudi sebagai agama yang disebutkan dalam Al-Quran maupun nashrani sama-sama disebut dalam al-Quran sebagi ahlul kitab. Sebagaimana ayat diatas menjelaskan ketika terjadi perselisihan antara Yahudi dan Nashrani yang mana satu sama lain mengatakan agama mereka lebih baik, Allah menjelaskan padahal mereka itu sama-sama membaca Al-kitab (Kitab yang diturunkan oleh Allah), terlebih ketika Al-Qur’an diturunkan, tidak ada yang lebih baik diantara keduanya kecuali yang disebut dalam Al-Quran, yakni Islam.
Bukti otentik lain dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa Yahudi adalah sebuah agama yakni surat Al-Baqarah ayat 62 :

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin (pemeluk agama samawi), siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka…… [Al-Baqarah:62]

Dalam ayat tersebut, disebutkan bahwa agama Yahudi memiliki Aqidah (landasan pokok untuk beriman) dalam beragama sebagaimana Nashrani dalam mengimani Allah SWT. Mereka mendapat balasan atas keimanan sesuai dengan kitab yang diturunkan kepada nabi mereka.
Dalam sejarahnya, Yahudi melakukan pembangkangan atas keimanan mereka (penyelewengan aqidah) dengan menyekutukan Allah dengan anak sapi, mengatakan bahwa Uzair (pendeta yahudi) adalah anak Allah. Penyelewangan atas keimanan ini merupakan bukti bahwa Yahudi pada asalnya merupakan suatu agama, yang memerintahkan pemeluknya untuk menyembah dan mengesakan Allah SWT. Walaupun pada akhirnya mereka tetap membangkang.


Apakah bani Israel agamanya Yahudi?

Jawaban terkait pertanyaan ini tidak bisa lepas dari sejarah panjang Bani Israel. Bani Israel sendiri adalah keturunan nabi Ya’qub yang sudah ada sebelum diutusnya nabi Musa AS. dari keturunan nabi Ya’qub dikenal 12 suku besar bani Israil dan dari anak-cucu nabi Yaq’ub juga terdapat nabi-nabi termasuk nabi Daud yang menerima kitab Zabur.
Terdapat sebuah hadits Rasulullah yang menyiggung kepemimpinan yang mengurus bani Israeil :

“Bani Israil kehidupan mereka selalu diurus (kepemimpinan) oleh para nabi, bila satu nabi meninggal dunia akan digantikan oleh nabi setelahnya. Dan sungguh tidak ada nabi sepeninggalku…….”[Hadists Bukhari no 3196].

Artinya sebelum ada nabi Musa, bani Israil sendiri telah diurus kepemimpinannya oleh nabi-nabi sebelumnya, termasuk nabi Daud, nabi Sulaiman, nabi Zakaria dan nabi-nabi yang lainnya.
Lantas apakah ajaran yang disampaikan nabi Daud dan nabi-nabi sebelum Musa adalah ajaran Yahudi? Penulis disini tidak berani menjawab karena ketidakjelasan sumber yang didapat.
Tapi, Sumber-sumber dari Al-Qur’an lebih menegaskan bahwasannya ajaran nabi Musa lebih bisa dikatakan sebagai ajaran yahudi (sebagai agama yang diturunkan Allah) yang dijadikan pegangan bagi Bani Israil dalam kehidupan mereka.
Ibnu katsir mengatakan didalam tafsirnya, “keimanan orang-orang yahudi dalah berpegang teguh pada Taurat dan Sunnah nabi Musa hingga datangnya nabi Isa. Adapun ketika Isa datang, orang yang berpegang teguh pada taurat lalu tidak meninggalkannya dan tidak mengikuti Isa maka orang itu celaka” [Tafsir Al-Qur’an al-Azhim juz I hal 284].


Apakah Bani Israil bisa dikatakan sebagai negara Israel sekarang ini?

Sebelum ke inti jawaban, bani Israel mengalami beberapa fase kehidupan dalam sejarah mereka, yang pertama, fase sebelum kedatangan nabi Musa as. pada zaman ini lebih dikenal sebagai zaman yang dipimpin oleh fir’aun sebagai pemimpin yang berkuasa yang mengaku sebagai tuhan bagi bani Israil.
Fase yang kedua, yakni kepengurusan nabi Musa as, hingga fase kedatangan nabi Isa as, pada zaman ini, bani Israel (yang menganut Yahudi) ini merencanakan skandal terhadap nabi Isa yang membawa risalah baru yang menuntut bani Israil meninggalkan ajaran mereka yang dulu yakni taurat. Pada zaman ini bani Israil telah terpecah belah sehingga tidak hanya tinggal di sekitar tanah suci (Palestina) tetapi juga tinggal di negara-negara bagian eropa.
Fase berikutnya, hingga terjadi pembantaian terhadap orang-orang yahudi yang diduga keturunan bani Israil oleh Hitler.
Kemudian Fase ketika kedudukan Yahudi (keturunan bani Israil) mulai diangkat oleh dunia. Ditandai dengan penguasaan secara paksa atas tanah Palestina. fase ini berlanjut hingga sekarang, ditandai dengan ambisi mereka untuk menguasai dunia.
Kembali ke pertanyaan, apakah bani Israel sama dengan negara Israel saat ini? Jawabannya tergantung dari sudut mana kita memandang. Bani Israel dengan negara Israel tentu saja berbeda dan tentu saja mempunyai banyak persamaan. Namun jika kita melihat pola sikap dan tingkah laku negara Israel di dunia Internasional kemungkinan kita akan menemukan banyak persamaan.
Dari fase-fase kehidupan bani Israil diatas, kita bisa memastikan bahwa orang-orang yahudi sekarang kebanyakan bukanlah keturunan bani Israil yang asli, bahkan yang tinggal di negara Israel sekalipun. Dalam sejarahnya yang panjang, Bani Israil telah banyak melakukan migrasi sehingga terpencar di berbagai wilayah dan banyak mengalami upaya genosida.
Selanjutnya, sebagaimana agama nashrani di Eropa (dan wilayah lainnya) yang sangat jauh dari ajaran Isa yang asli, begitupun agama yahudi sekarang bukanlah merupakan ajaran musa yang asli, terlebih seperti yang digambarkan oleh Al-Quran. Allah ta’ala telah memberitahu kita :

“Apakah kamu masih mengharapkan mereka (bani israil) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahuinya?” [al-baqarah:75]

Walaupun demikian, kita bisa melihat negara Israel seolah-olah mewarisi sikap dan tingkah laku terlaknat orang-orang bani Israil. Orang-orang yahudi keturunan bani israil tetap menolak ajaran nabi Isa walaupun nabi Isa sendiri adalah nabi dari kalangan bani Israil. Apalagi ketika mereka mengetahui adanya kabar telah datang nabi dari kalangan orang-orang Arab, yakni Muhammad? Telah nampak kebencian dari hati mereka!
Terkait kebencian yang dilakukan orang-orang yahudi bani Israil ini tidak bisa kita lihat dari tragedi yang terjadi di Palestina saja. ini merupakan sejarah yang sangat panjang dan, telah terjadi bahkan di awal mula nabi Muhammad hijrah ke madinah, saat Yahudi mengkhianati perjanjian dengan rasulullah hingga mereka terlibat dalam meruntuhkan perisai (kepemimpinan) kaum muslimin yakni Khilafah di Turki. Sangat disayangkan, inilah benteng terakhir umat islam, dan saat itulah semua makhluk Allah menyaksikan hari dimana tangan-tangan kotor itu mulai menggerogoti tanah kaum muslimin.
Apakah Israel sekarang sama dengan Bani Israil? Tentu saja tidak jika kita ingin memastikan keturunan asli atau bukan. Walaupun mungkin saja banyak yang mengaku keturunan asli bani Israil.
Apakah Israel sekarang sama dengan Bani Israil? Tentu saja! mereka membawa visi dan misi yang sama, membenci hal yang sama dan yang penting mereka memiliki sikap perilaku yang sama.
Demikian jawaban dari kami semoga membantu dan membuat kita saling tolong menolong dalam kebenaran
Semoga Allah mengampuni kita atas kesalahan yang kita perbuat dan mengumpulkan kita bersama dalam Jannah yang tiada batas. [risalahpos.com]