Papua, satu kata yang menggambarkan banyak hal, keindahan dan salah satu bentuk keragaman yang merupakan anugerah tersendiri bagi negeri ini. Akan tetapi sampai sekarang Papua menjadi sorotan yang tak berkesudahan baik dari dalam negeri maupun bagi masyarakat internasional. Berbagai serentetan gejolak terjadi di wilayah timur Indonesia tersebut. Terutama ketika Momentum kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus kemarin seakan-akan membuka pikiran saya pada banyak hal, terutama bagaimana cara kita mencintai serta menjaga negri.

Apa sih yang sebenarnya terjadi? Apa yang menjadi penyebab dari bebagai kerusuhan yang terjadi di Papua?

Dimulai dari sebuah isu yang mengatakan bahwa terjadi pengrusakan bendera merah putih oleh mahasiswa asal Papua di Surabaya. Isu ini sebenarnya belum jelas kebenarannya,  bahkan pihak polisi pun masih memeriksa saksi terkait pengrusakan bendera merah putih. Tidak ada bukti valid bahwa mahasiswa asal Papua yang melakukan pengrusakan. Foto-foto yang tersebar di media online hanya menunjukkan bendera merah putih yang sudah rusak.

Dari sini lah kemudian awal kerusuhan itu terjadi, massa yang terdiri dari ormas, bahkan pihak keamanan yang tersulut amarah datang untuk mengepung kemudia berdemo didepan asrama mahasiswa asal papua. Massa yang mengepung bertindak refresif, melempari batu dan mengeluarkan kata-kata rasis.

Tindakan rasis dan diskriminatif inilah yang melatarbelakangi kerusuhan yang terjadi di papua akhir-akhir ini. Tak bisa disangkal adanya pihak-pihak yang menjadikan momentum ini untuk memprovokasi masyarakat Papua.

Pendapat Pribadi

Dari peristiwa memprihatinkan ini setidaknya memberikan pelajaran, terutama karena bertepatan dengan momentum kemerdekaan Indonesia. Bahwa secara fisik bangsa kita sudah merdeka, tidak ada lagi pihak yang menjajah dengan memperkerjakan bangsa kita secara tidak manusiawi. Akan tetapi setelah kemerdekaan dari penjajah tersebut didapatkan oleh bangsa ini 74 tahun yang lalu bangsa ini kembali terjajah, terjajah pikirannya.

Berita Hoax seringkali menjadi pemicunya, masyarakat mudah sekali menuruti nafsu dan egonya untuk bertindak hanya berdasarkan informasi yang tidak jelas sumbernya. Jika di negeri ini saja masih banyak orang yang bertindak atas dasar informasi yang tidak jelas, bagaimana mungkin kita bisa memastikan orang-orang di negeri ini bisa berpikir secara jernih, objektif dan maju? Dan yang paling penting, bagaimana kita bisa bersikap toleran antar sesama dan merajut kebersamaan?

Mengenai Papua kita seharusnya bersikap adil. Kita berduka atas korban yang berjatuhan karena anarkisme ini terjadi. Tidak ada yang ingin Papua lepas dari Indonesia. Papua adalah satu kesatuan dari negeri ini yang mana tanahnya telah disirami darahnya para pahlawan kemerdekaan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa keharmonisan dalam berwarganegara di negeri ini belum terajut dengan baik. Ini yang harus di pikirkan oleh kita Bersama sebagai anak bangsa, bagaimana agar kebhinekaan tidak hanya menjadi slogan yang hanya sampai di mulut akan tetapi juga teraplikasi dalam banyak hal.

Dan untuk kaum milenial, perbanyaknya literasi agar pikiran menjadi maju. Literasi tidak hanya tentang membaca buku, akan tetapi bagaimana kita bisa melatih daya berpikir dan Analisa pikiran kita.