Asian Games yang diselenggarakan tahun ini sangat terasa nuansanya. Terlebih jika kita mengunjungi kota tempat terselenggaranya event besar ini, yakni Jakarta dan Palembang. Dari bandara kota Palembang, suasana Asian Games sudah terasa, tersebar banyak Baliho, Spanduk, Tugu, Hiasan taman yang mendukung terselenggaranya pesta olahraga se-Asia ini. Belum lagi jika dihitung pembangunan yang di gencarkan, semakin menunjukkan euforia yang sangat besar pada Asian Games kali ini.

Terbesit di pikiran, terlebih di kota Palembang yang pembangunan memamng sejak awal ditujukan untuk event ini, Cocok kah kota Palembang menjadi kota olahraga?
Pertanyaan ini sebenarnya terbesit ketika Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan akan menjadikan Palembang sebagai kota olahraga dunia. Beliau mengatakan sarana olahraga serta moda transportasi pendukungnya tidak akan terbengkalai dan akan digunakan terus menerus untuk event-event olahraga besar lainnya.
Lantas apakah kota Palembang memang cocok menjadi kota olahraga dunia?
 

1. Olahraga tidak sesuai dengan potensi masyarakat

Visi sebuah kota haruslah dibangun dari pandangan hidup serta potensi masyarakat yang ada di dalamnya. Pertanyaannya adalah apakah masyarakat Palembang dan Sumsel pada umumnya memiliki karakteristik yang dekat atau cinta pada olahraga? Saya rasa jawabannya tentu tidak.
Pandangan masyarakat Palembang tidak lepas dari sejarah serta budaya yang pernah ada ditanah ini, yakni pada saat berkuasanya Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Darussalam. Pada saat itu Palembang lebih dikenal dan menjadi kota yang mengundang bagi para pendatang di seluruh dunia.
Palembang dulu juga disebut sebagai Venesia dari Timur. Julukan ini bukan sembarang sebutan. Palembang pada masa Kesultanan Darussalam merupakan kota diatas rawa dengan ratusan anak sungai yang bermuara di sungai Musi. Kehidupan masyarakat berjalan dengan pola sosial dan budaya yang khas.
 

2.  Sarana prasarana yang belum memadai dan mendukung

Sarana prasarana yang ada bisa dikatakan belum cukup untuk mendukung terwujudnya Palembang sebagai kota olahraga dunia. Sarana olahraga yang ada di Palembang sekarang hanya sarana pendukung bagi terselenggaranya Asian Games yang pusatnya adalah Jakarta.
Sebagai contoh kota Barcelona misalnya, mempunyai kebijakan bahwa dalam jarak lima sampai sepuluh menit ada lapangan sepak bola. Kalau stadion olahraga terpusat di Jakabaring bisa dibayangkan, siapa yang mau ke rawa-rawa yang jaraknya jauh dari pemukiman? [risalahpos]