My Sister Can’t Be Caliphate: Light Novel Karya Ulama Jepang, Seperti Apa?

novel my sister cant be caliphate

Buku sejak dulu memang dijadikan medium untuk menerapkan ide, termasuk lewat novel ringan. Akhir-akhir ini sebuah novel membuat penggemar jejepangan heboh, karena Judul yang tidak biasa ‘Ore no imōto ga karifuna wake ga nai!’ atau ‘My Sister Can’t Be Caliphate’ yang berarti adik perempuan ku tidak mungkin bisa menjadi khalifah.

Sesuai namanya, novel ini memasukkan nilai ajaran islam tentang kepemimpinan yaitu ‘Khalifah’. Sejak cover light novel ini beredar di group komunitas wibu, banyak yang merenspon positif, tapi tak sedikit juga yang negatif. Tapi respon heboh seperti itu sepertinya hanya terjadi di Indonesia, tidak di Jepang.

Agar lebih bijak dalam bermedia sosial ada baiknya cek terlebih dahulu informasi terkait novel My Sister Can’t Be Caliphate tersebut!

Memasukkan unsur nilai islam tentang kepemimpinan

my sister cant be caliphate

Dari sisi muatan cerita, novel ini tidak banyak berbeda dengan cerita tentang kepemimpinan OSIS di SMA. Misalnya karakter Ayuzawa Misaki di anime Kaichou wa Maid-sama, seorang perempuan yang menjabat sebagai ketua OSIS dan melakukan banyak perubahan di sekolahnya. Namun bedanya kata pemimpin di novel ini menggunakan istilah Khalifah.

Tokoh utama bernama Aisa Tenma terpilih menjadi ketua OSIS di sekolah yang didominasi oleh siswa golongan elit. Ia mengganti nama OSIS (Student Council) menjadi Khalifah (Caliph). Review dari para pembeli di Amazon juga menunjukkan bahwa novel ini membahas tentang tema pemimpin.

Ketika kamu menyelesaikan buku tersebut dan menutup covernya, itu seolah-olah ada perempuan lucu yang menunjuk mu dibelakang cover buku dan berkata ‘kau adalah pemimpin!’ dan sebelum kamu sadar, rasa kepemimpinan tersebut terasa dihidupkan kembali di hati mu!

Amazon Customer- 23 Juli 2020

Karya ulama Jepang, Hasan no Nakata

My Sister Can’t Be Caliphate ditulis oleh seorang ulama asal Jepang bernama Hasan no Kanata. Ia adalah mantan pengajar dan juga professor di Universitas Doshiha, Kyoto. Nakata juga lulusan studi Islam di Universitas Tokyo.

Sebelumnya Nakata juga menulis buku-buku bertemakan Islam lalinnya, misalnya buku Introduction to Islam in Manga. Hasan no Kanata telah dikenal di Jepang sebagai tokoh dan pengajar agama Islam terkemuka.

Awalnya kesulitan mencari penerbit

Awalnya novel ringan ini kesulitan untuk mencari penerbit yang memproduksinya. Namun Penerbit Houbunsa yang menerbitkan novel ini memutuskan untuk tetap memproduksinya setelah penjualan novel melalui Comic Market tembus 150 Salinan.

Novel ini juga dijual melaui E-Commerce Amazon dengan harga 1980 Yen atau setara 200-an ribu rupiah.

Direncanakan tersedia dalam Bahasa Indonesia

Hasan no Kanata berencana untuk menerbitkan novel ringan My Sister Cant Be Caliphate ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu direncanakan juga dalam bahasa Arab dan Turki.

Hal ini dikarenakan tema bacaan yang sesuai antara isi novel dengan pasar di Indonesia, Arab dan Turki yang notabene adalah Muslim. Meskipun di Indonesia pengguna media sosial sangat tidak bijak ketika membahas isu sensitif seperti agama di media sosial.

Petamilenial.com