Remaja itu pun mulai putus asa. Setiap hari ia rajin pergi ke sekolah tuk belajar, tetapi tetap saja ia tak bisa mencerna dan memahami pelajaran yang di berikan oleh Guru. Ia selalu tertinggal dengan teman-temannya. Karena merasa malu dan frustasi, ia kemudian lebih memilih tuk menyerah, dan pulang kampung

Ia berpikir daripada Malu karena tertinggal jauh dari teman-temannya. Lebih baik pulang kampung saja membantu orang tuanya bekerja. Singkat cerita, pamitlah ia ke gurunya untuk pergi dari sekolah dan meninggalkan teman-temannya. Beranjak pulanglah remaja tersebut di selimuti rasa ragu di hatinya tuk bisa terus menuntut ilmu. Namun apalah daya, semangatnya hanyalah semangat. Meski sudah berusaha, setiap pelajaran yang ia terima tak bisa ia pahami.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba turun hujan yang sangat lebat sehingga membuat anak ini cepat-cepat mencari tempat berteduh. di temukannya sebuah gua yang biasa terdapat di kaki pegunungan dan berteduhlah ia di sana sendirian.

Tiba-tiba pandangan remaja ini tertuju pada sebuah tetesan air yang menetes sedikit demi sedikit jatuh melubangi sebuah batu. Tidak lama kemudian ia merunung   Hatinya benar-benar terperanjat. Sungguh kejadian yang luar biasa, bagaimana bisa batu yang keras bisa terlubangi hanya karna tetesan air.

Ia terus mengamati tetesan air tersebut dan dapatlah ia sebuah kesimpulan (tentunya karna takdir Allah SWT) yaitu sekeras apapun sesuatu, jika selalu diasah maka ia akan menjadi lunak   Dalam benaknya ia berfikir, batu yang keras saja bisa terlubangi oleh tetesan air, apalagi kepalaku yang tak menyerupai kerasnya batu. Otakku pasti bisa menyerap segala pelajaran jika aku terus mengasahnya dengan ketekunan, keuletan, sabar dan tawakkal  

Akhirnya, semenjak ia menyaksikan kejadian di dalam gua tersebut, semangat anak muda ini kembali membara, dengan kepercayaan diri yang tinggi, ia kembali kesekolahnya dan menemui gurunya . keinginan kerasnya untuk berubah melampaui semangat teman-teman yang ada di sekitarnya, ia pun menjadi murid terbaik di kelasnya.

Siapakah anak muda tersebut? Ialah Ibnu Hajar ra. ia merupakan seorang ulama Ahli Hadits yang terkenal dulu dan sekarang   Lantas, bagaimanakah dengan kita? Seperti yang dikatakan oleh banyak Motivator, “NO PAIN, NO GAIN”, tiada kesusahan tiada kesenangan. Dengan pelajaran yang sedemikian banyak dan rumit, harus tetap kita jalani, tentunya dengan ketekunan, keuletan, tawakkal dan sabar wallahu a’lam.