Bagi penuntut ilmu selalu ada kemudahan-kemudahan
“Bukan bermaksud membeberkan Aib yang ada di kluargaku, tapi ini adalah kenyataan yang terjadi. Terlahir dtengah-tengah masyarakat yang kurang Rensponnya terhadap pentingnya Ilmu pengetahuan dan Agama, bahkan saudara-saudaraku menentang keinginan Ibuku untuk menyekolahkan Adikku di Pondok Pesantren

Meski demikian, akhirnya berbekal semangat dan Do’a kepada Allah SWT, alhamdulillah, 2 tahun adikku sudah belajar di pondok pesantren dan aku pun telah menyelesaikan Kuliah di salah satu perguruan tinggi, segala puji bagi Allah Yang maha kaya
Suatu saat, Adik saya murung, tidak banyak bicara kepada teman-temannya dalam beberapa hari, mau tau penyebabnya? Karena sudah lama Ibuku tidak ke pondok dan ada tunggakan Iuran kamar selama 4 bulan, itulah sebabnya kenapa adikku murung, saya memaklumi itu karena itu manusiawi
Beberapa pengasuh, Sahabat dan teman-temannya merasa hera. Tidak biasa adikku murung. Ketika ditanya Mengapa dan apa yang terjadi? Jawabnya hanya Gelengan kepala, jawaban paling membingungkan bagi saya sendiri
Adikku semakin paham bahwa Ibu sudah tidak bisa lagi membiayai Pendidikannya  selama di Pondok, makanya, pada suatu kesempatan adikku bilang ke teman-temannya bahwa selepas liburan bulan Ramadhan ia tak bisa lagi pulang kepesantren. Ternyata kata-kata itu cukup menusuk di hati teman-temannya dan semakin memberi tau bahwa ia murung karna tak bisa membayar uang iuran/kas kamar
30 menit sebelum Azan Maghrib berkumandang, agenda di Pondok adalah bersih-bersih. Tak ketinggalan adikku juga sibuk mengantri mandi di kamar mandi, 10 menit kemudian ia keluar dan menuju kamarnya, setelah adikku meletakkan Sabun dan menggantung Handuk, Adikku membuka lemari. Haaaaaaaah, Adikku kaget karna dilemarinya ada uang tergeletak satu lembar sebesar 50.000. perasaan selama ini ia tak memegang uang kecuali beberapa lembar seribuan. Kemudian adikku menanyakan ke teman-temannya mengenai uang tsb. Ternya salah satu dari temannya mengaku kalau ia yang meletakkan uang tsb dan berkata “Ambil saja untuk kamu dan jangan bilang ke teman-temanmu yang lain, demi Allah Saya Ikhlas, itu rezki kamu lewat tangan saya”. Sahabatnya yang lain pun memberi puluhan ribu rupiah sehingga akhirnya tunggakan iuran kamar dan tunggakan lainnya pun Lunas karena kebaikan Sahabatnya. Subhnallah

Ya Allah , semakin yakin pada janji mu bagi orang-orang yang menuntut Ilmu selalu saja ada kemudahan-kemudahan, walau harus didahului dengan pengorbanan dan penderitaan.