International Women's Day 2020 : Kisah 3 Wanita Muslimah Paling Menginspirasi Dunia | Petamilenial

International Women’s Day 2020 : Kisah 3 Wanita Muslimah Paling Menginspirasi Dunia

Each for Equal adalah tema yang sangat cocok untuk menggambarkan perjuangan penyetaraan hak antara lelaki dan wanita. Kesetaraan hak yang menjadi misi utama gerakan Feminisme merupakan buah pikiran yang melahirkan peringatan Women International Day. Semuanya berangkat dari anggapan bahwa wanita dulu adalah penghuni planet bumi nomor 2 atau kelas bawah.

Wajar saja jika melirik sedikit sejarah peradaban kelam dunia barat (Dark Age). sebelum masyarakat Eropa mengenal dengan baik konsep negara kesejahteraan, wanita dianggap sebagai media setan untuk menggoda iman manusia. Karena itulah dalam film bertemakan eropa abad sebelum pertengahan, wabah dan musibah seringkali dikaitkan dengan keberadaan wanita penyihir. Wanita yang diduga menjadi penyebab wabah ditangkap, kemudian dibakar atas nama pensucian.

Melirik lebih jauh lagi, sangat jauh dari abad pertengahan saat manusia mulai mengenal Muhammad sebagai utusan Tuhan. Sejarah seakan juga menyimpan kenangan kisah perempuan yang lantang dan berani memperjuangkan haknya lantaran mengenal Islam. Ketika pemikiran mereka tersentuh Islam, mereka sadar bahwa Perempuan dan Lelaki memiliki derajat yang sama di dalam Islam. Ajaran Muhammad telah membangkitkan semangat perjuangan kaum wanita, jauh sebelum Feminisme ada.

Berikut ini adalah wanita-wanita dalam sejarah Islam dengan kisah yang sangat menginspirasi yang patut dijadikan panutan bagi wanita zaman kini.

dalam sejarahnya Islam memotivasi perempuan untuk bangkit dari keterpurukan

Sumayyah – Wanita dan Manusia Pertama yang Syahid dalam Sejarah Islam

Sumayyah adalah seorang ibu sekaligus seorang Istri yang hidup saat Islam pertama kali diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW secara diam-diam di Makkah. Sumayyah dulunya adalah seorang budak. Ketika bertemu dengan Yassir, tuannya memerdekakannya dan menikahkannya dengan Yassir. Lewat pernikahannya ini lahirlah seorang anak yang dimuliakan oleh Rasulullah yakni Ammar.

Walaupun merdeka sejak menikah, Sumayyah dan Yassir tetap dipandang sebagai orang yang tidak bermartabat karena miskin, sehingga dianggap kalangan budak. Anaknya Ammar yang pertama kali mendengar kebenaran Islam, memberitahu kebenaran tersebut kepada orang tuanya. Saat itulah, sebagai seorang Ibu, tidak mungkin bagi sumayyah untuk tidak merasa khawatir tentang nasib yang akan menimpa anaknya. Mereka bukanlah orang kaya yang memiliki pengaruh, tidak pula banyak saudara.

Tetapi statusnya sebagai kalangan bawah tidak membuat pikirannya terbelenggu. Ajaran yang disampaikan Muhammad sejatinya membuat pikiran terbuka dan merdeka, bukan malah membuatnya semakin terbelakang. Dalam Islam semua manusia memiliki kedudukan yang sama, tidak ada satupun yang dapat membuat perbedaan dalam status sosial. Kecuali ketakwaan kepada Allah taala.

Dengan keteguhannya, Sumayyah berani menentang pemikiran dan perlakuan semena-mena zaman itu. Ia dan suami serta anaknya diikat kaki dan tangannya, telentang di tengah panas terik padang pasir, dicambuki dan dipaksa untuk berpaling dari ajaran Islam. Semua siksaan itu tidak ada apa-apanya dihadapan iman Sumayyah kepada Rabb-nya. Rintihan yang terdengar darinya adalah suara yang mengangungkan tuhannya. Ditengah siksaan tersebut ia bahkan berkata untuk Rasulullah;

“Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar”

Sumayyah binti Khayyat wafat pada masa awal dakwah Islam di Makkah, ia tercatat sebagai orang yang pertama kali syahid. Betapa mulianya ia disisi Allah, karena lewat lisan rasul nya ia telah dijanjikan Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.

Khadijah – Perempuan yang diberi Salam Oleh Rabb-nya

Rasulullah berkata “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan saya ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa”

Kemuliaan Khadijah Radhiyallahu anha tidak perlu dipertanyakan. Beliau adalah perempuan dengan martabat yang tinggi bahkan sebelum Islam datang ke tanah Makkah. Ia menjadi saudagar yang mempekerjakan laki-laki sebagai bawahannya. Terlebih lagi semua kekayaannya tidak membuat ia silap mata. Khadijah adalah sosok wanita yang dermawan lagi baik hatinya. Sifat baik yang dimiliki Khadijah inilah yang membuat ia tertarik dengan sosok pribadi nabi Muhammad Shallahualaih.

Seorang wanita yang memiliki harta berlimpah, tidak tertarik dengan lelaki yang berharta, tampan dan memiliki kedudukan. tetapi ia tertarik dengan lelaki yang baik akhlaknya, dipercaya orang sekitarnya, walaupun tidak memiliki harta yang cukup. Sungguh menandakan kemuliaan hatinya, kebebasan bertindak dan kematangan berpikir yang harus di contoh oleh wanita abad kini.

Disaat Rasulullah mulai menerima wahyu, setelah lama berada di Gua Hirah, dengan tubuh menggigil dan ketakutan beliau pulang ke rumah. Biasanya seorang istri akan bertindak semena-mena saat suami lama tidak pulang apalagi dengan kondisi mengenaskan. Berbeda dengan Khadijah, saat Rasulullah pulang dalam keadaan menggigil dan ketakutan, Khadijah menanyakan apa yang terjadi, Khadijah pun berkata;

“Bergembiralah! Demi Allah, Dia tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Allah, engkau adalah seorang yang menyambung silaturahim, jujur ucapannya, memikul kesulitan orang lain, menanggung orang yang tidak punya, memuliakan tamu, dan mendukung usaha-usaha kebenaran”

Bayangkan kegigihan seorang Istri mulia dari sebaik-baik manusia. Ia menguatkan suaminya saat ia dalam keadaan lemah, mendukungnya saat tidak ada satupun orang yang mendukungnya. Khadijah adalah Inspirasi yang tak akan habis ditelan zaman.

Suatu ketika Jibril pernah berkata kepada Rasululllah “Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan saya, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan,”(HR Bukhari)

Aisyah – Wanita yang Paling Banyak Meriwayatkan Hadits

Aisyah Radhiyallahu anha adalah istri nabi yang paling muda dan satu-satunya yang dinikahi nabi dalam kondisi bukan janda. Beliau menikah di usia yang masih muda, Nabi Shallallahu alaihi membiarkan Aisyah bermain bersama teman-temannya selayaknya anak-anak pada umumnya. Menikahnya Aisyah dengan Rasulullah bukannya tanpa hikmah, hal inilah yang membuat Aisyah dijuluki sebagai gurunya para sahabat. Karena Aisyah adalah orang yang paling paham seluk beluk kehidupan nabi.

Kamar Aisyah bersebelahan langsung dengan Masjid Nabawi. Disinilah wahyu paling banyak turun, karena itu Aisyah yang masih segar pikirannya mengingat semua sabda nabi, perilaku dan segala seluk beluk kehidupan beliau. Aisyah menjadi orang nomor 4 dengan kemampuan meriwayatkan hadits paling banyak. Semuanya perawi umumnya adalah lelaki, hanya Aisyah yang wanita dengan ingatannya mampu menghafal ribuan hadits dalam kepalanya.

Setelah Rasulullah wafat dipangkuannya dan dimakamkan di kamarnya, banyak orang yang datang ke rumah Aisyah untuk menimba ilmu sekaligus berziarah ke makam nabi. Aisyah adalah tempat bertanya bagi para sahabat yang menemui permasalahan. Statusnya sebagai wanita tidak pernah dipermasalahkan, karena Allah melalui Islam telah mengangkat derajat Aisyah ditempat yang sangat tinggi. Kedekatannya dengan rasulullah, kecerdasannya dan kekuatan hafalannya adalah Inspirasi tak terlupakan di era modern sekarang.


*Tulisan ini adalah ringkasan dari kisah para sahabat dari buku 101 Kisah Para Sahabat, ditulis oleh Uztadz Hepi Andi Bastoni