Kisah Menuju Keindahan Pulau Pahawang yang Membekas di Hati | Petamilenial

Kisah Menuju Keindahan Pulau Pahawang yang Membekas di Hati

Seperti kata pepatah, liburan yang sebenarnya adalah istirahat setelah kerja keras memang cocok dengan timing yang kami ambil untuk berlibur di Lampung akhir tahun ini. Akhir tahun memang bagaikan oase yang menawarkan hari-hari indah dan menawan bak tokoh utama dalam kisah bergenre Romance yang menjalani hidup bahagia bersama kisah cintanya. Walaupun sebenarnya jauh banget dari realita. Karena setelah malam tahun baru usai, saat itu juga satu tahun berikutnya dengan janji masa depan tak pasti sedang menunggu.

Saya bersama kawan-kawan penerima beasiswa IZI sepakat untuk mengunjungi Pulau Pahawang sebagai destinasi utama liburan di Lampung tahun ini. pulau yang menyimpan banyak keindahan ini berada dalam wilayah administrasi Lampung Selatan sehingga jarak antara Pulau dan Bandar Lampung sangat jauh. Karena itulah kami memutuskan untuk berlibur ala backpacker. Dengan merental dua mobil serta membawa barang seadanya, tak mengurangi keseruan dari perjalanan ini. disamping karena tujuan kami berlibur adalah untuk Tafakkur Alam, atau lebih tepatnya mencoba hidup lebih susah, tapi tetap menyenangkan.

Di pagi hari tepatnya jam setengah 6, Pasukan yang terdiri dari dua mobil Avanza meluncur dari Masjid Al Furqan di tengah kota Bandar Lampung menuju Dermaga Ketapang tempat titik berlayar kami ke Pulau Pahawang. Saya salah kira ketika melihat jarak pulau yang terletak diujung lampung, jalanan ke sana pasti buruk, bakalan sulit akses nih, pikir saya.

Ternyata tidak, ketika pasukan Avanza sudah meninggalkan bandar lampung jauh dibelakang memasuki kabupaten pesawaran, jalanan masih mulus, belum lagi ditambah pohon-pohon lebat dan rimbun seakan-akan mengucap selamat datang. Kami menaiki bukit barisan, melewati jalan turunan sekaligus melihat pemandangan laut yang disiram oleh cahaya keemasan mentari pagi. Ah pesawaran di pagi hari memang indah.

Jalanan mulus, sejuknya udara pagi, Suara mesin mobil yang menenangkan sepertinya sudah cukup untuk membuat orang mengantuk. Tapi indahnya pemandangan laut pesawaran dari bukit barisan membuat mata kami tetap terjaga, seolah ingin menyampaikan keindahan dari tempat yang kami tuju hingga tak terasa jam 6 lewat 15 menit Avanza yang kami naiki sudah merapat di dermaga II Ketapang.

Lautan menghampar luas didepan kami, kabut dan sinar matahari pagi seolah-olah berebut kekuasaan di hamparan air yang luas itu, udara pagi di pinggir laut memang menentramkan dada, ditambah lagi pemandangan bukit barisan seakan-akan keindahan pagi itu berada dalam banteng alam yang kokoh. Sebelum kami semua sibuk dengan pikiran masing-masing, kami mengisi energi dengan sarapan pagi di pinggir laut sambal menikmati semua ketenangan di pagi itu.

Saya bersyukur karena pemandu travelling kami kala itu professional sehingga tepat jam 7 pagi kami sudah berkumpul untuk bersiap-siap berlayar. Mendengar sedikit instruksi dan pengenalan. Karena peralatan untuk dilaut nanti bisa dibilang lengkap, dua pemandu yang professional, tinggal kewaspadaan aja untuk tidak menghilangkan peralatan snorkel-nya. Jadi jangan khawatir untuk yang tidak bisa berenang, karena untuk yang bisa berenang dan tidak bisa berenang punya derajat yang sama gengs di atas laut.

Warna air dilokasi snorkeling sangat jernih, seolah menggoda untuk terjun kedalamnya. Benar saja, belum sempurna perahu berhenti, belum genap mesin perahu dimatikan, salah satu dari kami sudah melompat ke dalam air. Yah wajar saja, mungkin saya juga tergoda untuk menceburkan diri pertama kali, kalau bukan lagi rasa malu yang menjadi penghalangnya.

Untuk yang pertama kali saya snorkeling dan pertama kali juga menyaksikan keindahan bawah di laut di perairan lampung . benar-benar eksotis, terumbu karang, bermacam-macam biota laut, ikan nemon dan berbagai ikan cantik yang tidak saya ketahui Namanya berenang bersama-sama kami, seolah-olah tau jika kami bukan ancaman.

Note : Tulisan ini sudah pernah di publish di Detik Travel dengan judul yang sama, untuk membaca lebih lengkapnya klik disini Keindahan Pahawang yang Membekas di Hati