Gemuruh di Hari Buruh

Sebuah Puisi Tentang Perjuangan Buruh
puisi hari buruh
peringatan hari buruh (sumber gambar : wartasolo.com)

Kepada tuan sang pemangku jabatan
Dikursi agung nan menawan
Dengarkanlah pesan kami
Dari buruh yang hampir luruh

Semangat perjuangan akan terus kami kobarkan
Keadilan akan terus kami tegakkan
Dari kehidupan yang jauh dari mapan

Kami hampir luruh
Ditumpuk masalah yang kian menggemuruh
Katanya hati dan kepala harus siap riuh

Kami hampir luruh
Oleh luka yang terlanjur menganga
Dan utuh yang terlanjur hancur

Kami hampir luruh
Tertekan dalam dinamika kehidupan
Kami terbayang akan dunia yang fana
Ditengah pandemi yang kasat mata
Namun merenggut banyak jiwa

Tak lupa kami seolah tertikam secara nyata
Oleh adanya RUU Cipta Kerja yang semakin menyesakkan dada

Lalu , jikalau bukan kepada tuan yang bertahta
Hendak kepada siapa kami bercerita?
Kami hanyalah rakyat biasa
Apalah daya !

Kami hampir luruh
Dibuai akan janji yang tak pasti
Bak tertikam oleh tajamnya belati
Yang nampak kami hunuskan sendiri

Inilah pesan kami
Dari kata yang menjelma prosa
Menjejak dan mensyarat makna
Kepada tuan dikursi nan bertahta.

Dari kami,
Buruh yang hampir luruh

Selamat Hari Buruh 🙂
Jum’at 1 Mei 2020