Ramai Tagar #IndonesiaTerserah di Saat Pandemi Covid-19, Cek Faktanya Berikut! | Petamilenial

Ramai Tagar #IndonesiaTerserah di Saat Pandemi Covid-19, Cek Faktanya Berikut!

Penanganan Covid-19 di Indonesia membuat banyak pihak pesimis
tagar indonesia terserah trending di twitter

Foto seorang tenaga medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap beredar di jagat media sosial. Foto itu menjadi perhatian netizen karena pesan yang ingin disampaikan sang tenaga medis lewat foto tersebut. Sebuah tulisan “INDONESIA ??? TERSERAH !!! Suka-suka kalian saja” dipegang oleh sang tenaga medis dalam foto. Menggambarkan sebuah kekecewaan terhadap penanganan Covid-19 di negeri kita.

Menjadi sebuah kesedihan sekaligus ironi bagi kita. Tenaga medis adalah ujung tombak dari sebuah perjuangan untuk bebas dari ancaman Covid-19 terhadap kehidupan bangsa. Kerja keras mereka tak akan bisa maksimal jika tak di barengi dengan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. ada pemerintah dan masyarakat yang mendukung perjuangan ini. namun apa daya jika faktanya tidak demikian. Keinginan bisa sama namun dalam prakteknya seringkali bertentangan.

foto seorang tenaga medis yang viral dan menjadi trending di twitter

Hal itulah yang ditunjukkan oleh fakta yang ada. Regulasi yang dibuat oleh pemerintah terhadap penanganan Covid-19 dan Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat membuat sejumlah kalangan termasuk tenaga medis pesimis bahwa pandemi akan cepat teratasi.

Fakta-fakta berikut menjadi penyebab tidak percayanya sejumlah kalangan bahwa Pandemi Covid-19 di Indonesia akan teratasi dengan cepat, sehingga memunculkan Tagar #IndonesiaTerserah yang trending di Twitter.

Mudik tahun 2020 resmi dilarang, Tapi ternyata …

Beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadhan, pemerintah telah melakukan antisipasi terhadap kerumunan yang mungkin bakal terjadi di saat bulan Ramadhan. Salah satunya mudik. Presiden Jokowi mengumumkan bahwa mudik tahun 2020 resmi dilarang. Akibatnya sangat berdampak, bandara dan Pelabuhan tutup, beberapa daerah menutup akses keluar masuk.

Namun beberapa hari setelahnya, polemik Kembali bergulir. Presiden Jokowi mengatakan bahwa mudik dan pulang kampung itu berbeda, hal ini di utarakan presiden Ketika di wawancarai oleh Najwa Shihab di istana kepresidenan.

Optimisme bahwa covid-19 akan mereda Ketika memasuki bulan juni hilang ditengah pernyataan presiden. Masyarakat dan petugas hukum dibuat bingung ditengah pusaran Pandemi. Mudik ibarat buah simalakama bagi masyarakat, terutama Ketika ada anggapan wabah covid akan berlangsung lama. dikala pemerintah mencla-mencle terkait kebijakan mudik, saat itulah ada ketidakpastian hukum. Paling parahnya lagi, menghancurkan harapan ujung tombak perjuangan tenaga medis di garis depan.

Pengajuan PSBB di beberapa daerah menemui masalah

kerumunan masyarakat masih ada bahkan di wilayah zona merah yang sudah ditetapkan PSBB

DKI Jakarta adalah daerah pertama yang mengajukan PSBB untuk wilayahnya. Secara struktural PSBB diajukan oleh daerah melalui permohonan proposal yang diajukan ke Kementrian Kesehatan. Saat itu Jakarta adalah sudah menjadi daerah episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia. Namun bukannya disetujui, proposal yang diajukan pemda DKI ditolak dan dikembalikan. Beberapa alasan penolakan permohonan adalah data yang tidak lengkap (suara.com)

Prosedur permohonan PSBB daerah dinilai sejumlah kalangan terlalu birokratis. Pada saat itu Indonesia telah melewati waktu sebulan sejak kasus Covid-19 pertama diumumkan. Saat itu dan kini DKI Jakarta adalah episentrum penyebaran dan klaster terbanyak.

Padahal PSBB adalah upaya pemerintah daerah untuk memiliki landasan hukum yang kuat terkait penanganan Pandemi di wilayahnya. Beberapa hal yang diatur dalam PSBB adalah sanksi bagi pelanggar aturan dan ketentuan terkait bantuan sosial dari Pemrintah Daerah dan Pusat.

Pemerintah Bolehkan Moda Transportasi Kembali Beroperasi

Menteri Perhubungan mengeluarkan kebijakan pemulihan moda transportasi untuk Kembali beroperasi. Melalui kebijakan ini, pemerintah menetapkan kriteria orang-orang yang diperbolehkan berpergian, salah satunya adalah masyarakat yang memiliki tugas terkait penanganan Covid-19. Masyarakat yang memiliki anggota keluarga  keluarga yang sakit atau meninggal dunia juga dapat bepergian, asal memiliki surat keterangan bebas covid-19 dan keterangan dari lurah.

Moda transportasi perlahan mulai hidup, bandara dan Pelabuhan mulai beroperasi. Kebijakan seperti ini bisa saja terkesan tegas namun menimbulkan ketidakpastian di lapangan. Petugas sulit memilah masyarakat yang diperbolehkan untuk bepergian. Akibatnya kerumunan tidak dapat dihindari. Contohnya adalah kerumunan yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta akhir-akhir ini.

Koordinasi Pejabat Pemerintahan terkesan tidak sinkron

pemerintah tidak sinkron dalam penanganan covid-19
sumber gambar : tempo.co

Mentri BUMN Erick Thohir telah mengirim surat kepada direktur utama perusahaan plat merah. Surat yang bertanggal 15 Mei 2020 tersebut menginstruksikan agar perusahaan membolehkan karyawan berumur dibawah 45 tahun Kembali bekerja pada tanggal 25 Mei nanti. Di sisi lain Mentri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah belum mengeluarkan aturan terkait pembolehan karyawan dibawah umur 45 tahun Kembali bekerja.

Sikap seperti ini bahkan sudah ditunjukkan oleh pemerintah sebelum kasus positif Covid-19 diumumkan. Staff kementrian Kesehatan mengaku terkejut saat pasien positif covid-19 pertama di Indonesia diumumkan pada tanggal 2 Maret. Mereka baru saja akan membahas upaya mitigasi bencana non-alam tersebut, namun Presiden dan Mentri Terawan telah mengumumkan pasien positif pertama tersebut ke publik. (Majalah Tempo esdisi 7 maret)

Tanpa koordinasi yang jelas dari pemerintah, upaya penanggulangan Covid-19 tidak akan berjalan maksimal. Slogan bahwa masyarakat adalah garda terdepan dan tenaga medis adalah ujung tombak perlawanan terhadap virus hanya akan menjadi bualan tatkala koordinasi di lingkungan pemerintahan saja masih buruk.

Masyarakat tidak patuh aturan dan pemerintah yang mati rasa

palembang sudah ditetapkan sebagai zona merah sejak pertengahan april

Fakta dilapangan menunjukkan bahwa kerumunan masyarakat masih terjadi di wilayah zona merah, bahkan di wilayah yang sudah menetapkan PSBB. Himbauan dan anjuran seakan tidak pernah diberikan, rasa empati dan simpati terhadap satu sama lain seolah tidak tumbuh ditengah pusaran ancaman Covid-19 terhadap semua lini kehidupan kita. Tanggungjawab moral telah hilang, baik masyarakat maupun pemerintah.

Beberapa fakta diatas sudah cukup membuat rasa pesimis bahwa perjuangan melawan wabah masih sangat Panjang. Tidak heran apabila tenaga medis merasa kecewa dengan kondisi yang ada saat ini dengan membuat foto #IndonesiaTerserah. Merekalah yang selama ini berada di garis depan dan tau betul arti perlawanan terhadap wabah ini.

Semoga Allah yang maha esa menolong siapa saja yang bersungguh-sungguh menyelamatkan orang lain dan berkasih sayang terhadap sesama mereka.

Salam hangat!
#StaySafe