Berhentilah Menunda-nunda dan Mulailah Belajar! | Petamilenial

Berhentilah Menunda-nunda dan Mulailah Belajar!

cara berhenti menunda-nunda dan mulai belajar
cara berhenti menunda-nunda dan mulai belajar

Kemalasan adalah momok yang menakutkan bagi sebagian orang. tapi tidak bagi sebagian yang lain, karena ada tipe orang tertentu yang menikmati kemalasannya. Tapi apapun itu, kemajuan zaman menuntut kita untuk selalu semangat dan tekun dalam suatu pekerjaan, termasuk belajar. dengan kata lain, jubah kemalasan harus ditanggalkan. Karena siapapun itu, tidak akan pernah bisa menatap cahaya fajar peradaban jika kemalasan saja masih menutupi diri.

Tetapi masalahnya, kemalasan itu bisa datang kapan saja tanpa diundang. Ibarat jailangkung yang datang tak diundang pergi tak diantar. Malas bahkan bisa muncul disaat ada jeda beberapa menit saat kamu sedang semangat-semangatnya. Aneh memang. Akibatnya, kebiasaan menunda-nunda akan muncul. Pekerjaan terbengkalai, tugas terabaikan, akhirnya semua akan bermuara pada masalah!

Bagaimana cara untuk menghentikan kebiasan menunda-nunda? Bagaimana agar bisa fokus dalam belajar dan pekerjaan? bagaimana cara menumbuhkan semangat belajar? Semuanya tergantung pada diri kita masing-masing. tentang cara pandang kita terhadap kehidupan ini. tentang apa yang kita prioritaskan.

Suatu saat saya pernah berpikir, bahwa saya berbeda dengan teman-teman saya. Dalam artian, saya tidak bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Mereka adalah orang-orang hebat. Pandai berkomunikasi, membuat lawan bicara merasa nyaman. Mudah membaur dan memberi kesan yang baik kepada orang lain. Bisa membuat kepala-kepala tertuju kepadanya hanya dengan ucapan yang keluar dari lisannya. Bintang didalam kelas. IPK tinggi. Aktivis.  Teman-temanku semua orang hebat, saya tidak bisa seperti mereka.

Saya pun berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk masa depan. Saya ingin mengambil jalan yang berbeda dari mereka. Dimulai dengan fokus pada diri sendiri. Saya mulai belajar menulis yang baik, membaca banyak buku. Saya membuat blog dan mulai menulis untuk orang disana. Dari sini sebenarnya banyak yang telah saya korbankan. Uang, pikiran, tenaga dan yang paling krusial, waktu bersama teman. Ternyata semua ini tidak menyelesaikan masalah, bepikir tentang masa depan, apa yang telah saya perbuat, semakin membuat lubang frustasi dalam diri kian terbuka lebar. Stress.

Rasa malas mulai menyelimuti, capek, frustasi berpadu satu dalam diri. Suatu artikel yang pernah saya baca, menyebut ini adalah syndrome galau yang umumnya terjadi pada remaja yang menginjak umur 20-an. Ah, mungkin memang benar. Bisa jadi ini umum terjadi dikalangan yang sedang bertransformasi menjadi dewasa. Hei, tapi aku tidak melihat hal ini pada teman-teman ku. Saya mengambil nafas sejenak, mungkin mengambil beberapa waktu untuk menenangkan pikiran, sembari melihat teman-temanku kian berkembang maju.


Baca juga : Pemuda yang Bersemangat Menerima Seruan Islam


Diatas adalah pengalaman yang pernah saya rasakan, sebelum saya benar-benar sadar, bahwa yang saya rasakan dan pikirkan, merupakan kesalahan yang teramat besar. Fokus pada diri sendiri memang bagus. Membedakan dirimu dengan teman-teman mu untuk mencari tau kelebihan mu memang dibutuhkan untuk hal-hal tertentu. Tapi perasaan itu, perasaan berbeda dengan yang lain, sungguh itu tidak bagus. Pada akhirnya kamu merasa berpikir Panjang untuk masa depan, padahal itu hanya agar terlihat berbeda dengan teman mu yang lainnya. Hal ini yang membuat segala hal menjadi negatif!

Jangan pernah merasa berbeda dengan teman mu, bahkan jika itu dalam hal negatif atau pun positif. Cobalah untuk mengingat, bahwa dulu kamu mendaftar pada tahun yang sama dengan teman mu di Universitas, dan sekarang sama-sama berjuang untuk masa depan yang menanti didepan mata. Berhentilah untuk membedakan diri sendiri, dari awal tidak pernah ada yang berbeda antara umat manusia, apalagi dengan teman mu. rasa malas dan uringan-uringan sehingga membuat banyak pekerjaan yang seharusnya dilakukan malah terbengkalai, bisa jadi bermula dari perasaan ini.

Dua hal yang penting : saat kamu bertekad untuk berubah, jangan pernah merasa dirimu berbeda dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan teman-teman mu. mereka adalah amunisi dan Pelipur lara saat rasa malas mulai muncul

Satu lagi, saat kamu berpikir tentang apa yang sebaiknya kamu lakukan, jangan berpikir terlalu banyak. Kerjakan apa yang seharusnya memang dikerjakan. Berpikir terlalu banyak akan membuat mu berpikir sesuatu yang tidak penting. Apa yang mesti kamu lakukan, apapun itu, tinggal kerjakan saja. banyak sekali yang bisa diprioritaskan untuk dikerjakan. Salah satunya yang tidak hanya berguna untuk dirimu sendiri, tapi juga untuk orang banyak.


Baca juga : (Review) City Hunter Rebirth : 3 Alasan Mengapa Serial Ini Wajib Kamu Baca


Kewajiban manusia yang utama adalah belajar. belajar adalah kewajiban yang senantiasa melekat pada manusia apapun itu profesinya. karena belajar itu sangat umum dan luas maknanya, sehingga tidak harus dilakukan di bangku sekolah, tapi juga dari peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Apalagi jika menyangkut pelajar, maka belajar adalah adalah prioritas utamanya. Mempunyai teman yang pintar dalam belajar, tidak mesti membuat kamu merasa berbeda darinya. Bukankah akan bagus, karena dia akan menjadi motivasi mu dalam belajar? hitung-hitung bisa belajar bareng nantinya. Sesama teman juga akan saling mengingatkan untuk melakukan kebaikan, salah satunya untuk tidak malas dan uring-uringan.

Belajar lah untuk tidak terlalu ambil pusing dengan tindakan yang akan diambil, apalagi jika itu positif dan bermanfaat untuk orang banyak, kenapa tidak? Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Pelajari apa yang kamu ingin pelajari dalam kehidupan. Karena belajar adalah tugas utama manusia, maka tentu menjadi kewajiban bagi siapa saja untuk mendalami ilmu yang telah dipelajari.

Hal ini dikarenakan, sungguh, kita tidak akan pernah tau, kapan sesuatu yang bakal mengubah dunia dalam sekejap akan terjadi. Saat itu mungkin semua orang bertanya, apa yang bisa kita perbuat saat dunia sudah berubah 180 derajat dari keadaan semula?

Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi dimasa depan. Betulkan? Maka lakukan saja yang apa yang ingin kamu lakukan.

Pelajarilah apa yang ingin kamu pelajari. Seriuslah untuk mendalaminya.

Satu lagi, berhentilah menunda-nunda pekerjaan dan mulailah untuk belajar!