Home / Berita

Minggu, 22 Maret 2020 - 23:09 WIB

Kabar Duka : 3 Dokter Garda Terdepan Lawan Virus Corona Meninggal Dunia

admin - Petamilenial.com

Turut berduka cita atas wafatnya ketiga dokter garda terdepan melindungi masyarakat (sumber gambar : republika)

Turut berduka cita atas wafatnya ketiga dokter garda terdepan melindungi masyarakat (sumber gambar : republika)

Wabah Covid-19 atau Corona jenis baru yang telah ditetapkan sebagai pandemik terus meluas dan menelan semakin banyak korban. Ibarat gelombang air pasang, pasien positif Covid-19 semakin hari semakin bertambah dan menjangkiti manusia tanpa pandang bulu. Termasuk dokter dan tenaga kesehatan yang menangani pasien Corona, juga turut menjadi korban dari Covid-19. baru-baru ini terdengar kabar duka dari dunia kesehatan, sebanyak 3 Dokter yang berada di garis depan menangani pasien positif corona, menghembuskan nafas terakhir akibat wabah virus ini.

Pahlawan tanpa tanda jasa ini adalah dr. Hadio Ali Khazatsin yang merupakan Dokter Ahli Syaraf Rumah Sakit Premiere Bintaro. Kedua adalah dr. Djoko Judodjoko, SpB yang merupakan dokter senior yang menangani pasien corona terkahir kali saat bertugas di Rumah Sakit Bogor Medical Centre. Yang ketiga adalah dr. Adi Mirsa Putra yang merupakan dokter spesialis penyakit telinga, hidung dan tenggorokan (THT). ketiganya adalah pahlawan yang berada di garda depan yang aktif menangani masyarakat terjangkiti Covid-19.

Kabar duka ini mengejutkan masyarakat dikarenakan ketiganya adalah dokter yang selama ini cukup dikenal masyarakat secara luas. Situs-situs kesehatan seperti halodoc menampilkan profil ketiganya sebagai dokter spesialis. Diantara ketiganya dr Djoko adalah yang paling berumur, hal ini menunjukkan bahwa Covid-19 tidak hanya berakibat fatal terhadap orang tua, juga kepada mereka yang terbilang masih muda hingga mengakibatkan kematian.

Baca juga  5 Gaya Hidup Sehat Bebas Kanker

Kabar meninggalnya ketiga dokter tersebut telah dikonfirmasi oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih yang mengatakan bahwa sudah ada 3 dokter yang meninggal dan 32 tenaga kesehatan yang terpapar virus corona. Beliau menyatakan bahwa keadaan sudah urgent. Ketiga dokter tersebut adalah dr Adi Mirsa Putra asal Bekasi, dr Djoko Judodjoko asal Bogor, dan dr Hadio dari Bintaro. Ketigganya di konfirmasi wafat dikarenakan kelelahan dan positif corona.

Dilansir dari lama idntimes.com dr. Daeng mengungkapkan kabar meninggalnya 3 sejawatnya itu didaptkan dari teman-temannya di IDI. Selama ini data pasti tidak pernah didapatkan, karena itu laporan-laporan mengenai data lapangan didapatkan langsung dari teman-teman di bawah yang berhubungan langsung dengan lapangan.

IDI telah mendesak pemerintah untuk menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai dan cukup. Pemerintah memang telah menyediakan APD tetapi dengan kondisi wabah yang terus meluas perlengkapan untuk melindungi tenaga medis harus selalu disiapkan. Tenaga medis adalah garda terdepan melindungi masyarakat dari wabah corona yang belum dapat dipastikan kapan berakhirnya.

Kejadian ini menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk segera bertindak cepat menanggulangi wabah yang akan terus meluas ini. Covid-19 harus dianggap akan berlanjut dalam waktu yang tidak dapat di prediksi sehingga persiapan penanganan wabah dapat terus dilakukan dengan baik. Sikap Menteri Kesehatan Terawan dari awal sudah cukup memberi pelajaran hingga pemerintah sekarang terkesan gelagapan menangani wabah pandemik.

Baca juga  Bagaimana Pandemik Corona Mengubah Suasana di Masjidil Haram

terkait hal ini juga disampaikan oleh adik ipar dr. Djoko saat menyebar berita duka di akun twitternya. Twit yang disebar secara berantai melalui aplikasi Whatsapp menyampaikan berita duka sekaligus menyampaikan ketidak seriusan pemerintah menangani wabah Covid-19. disaat banyak tenaga medis yang terinfeksi dan pergi, dr. Djoko aktif memberi pelayanan hingga akhirnya ikut terinfeksi.

Hal ini menjadi teguran bagi pemangku kekuasaan, jika tenaga medis selaku pihak yang berada di garis depan melawan wabah saja tidak terlindungi akibat minimnya Alat Pelindung Diri (APD) lantas bagaimana masyarakat dapat terlindungi secara maksimal?

Update Berita Terbaru

per 23 Maret sehari setelah berita ini dibuat dokter yang wafat akibat terpapar virus Corona telah bertambah sebanyak 2 orang dan 1 dokter yang meninggal akibat serangan jantung ketika sedang mempersiapkan peralatan untuk menangani pasien corona.

ketiga dokter tersebut adalah dokter Laurentius, dokter Ucok Martin dan dokter Doni T Silitonga. adapun dokter Doni meninggal bukan karena terpapar virus corona, melainkan serangan jantung.

kasus ini menambah daftar panjag tenaga medis yang terpapar virus corona hingga meninggal dunia. mereka adalah pahlawan di jalan yang mulia yang senantiasa siaga menolong masyarakat terinfeksi, hingga mereka pun gugur di jalan tersebut.

Penulis : admin
Penyunting : admin

Share :

Baca Juga

MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Siutasi Terjadi Wabah Covid-19

Berita

Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Saat Wabah Covid-19

Berita

Bagaimana Pandemik Corona Mengubah Suasana di Masjidil Haram